Kamis, 29 Juli 2021
Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket kepada Masyarakat Terdampak Covid-19
Jakarta - Dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah merenggut banyak hal
dari kehidupan kita. Tak pelak, kondisi ini pun memunculkan berbagai macam
keprihatinan bagi masyarakat Indonesia, seperti naiknya angka kemiskinan yang
dibarengi dengan melonjaknya pengangguran. Data per 28 Juli 2021 pada laman
https://covid19.go.id/, jumlah pasien yang terinfeksi positif Covid-19 secara
nasional berjumlah 3.287.727 orang. Angka tersebut meningkat 47.791 kasus
dibandingkan hari sebelumnya. Namun, sejak pemerintah menggulirkan kebijakan
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terdapat tren
penurunan mobilitas hampir di semua wilayah. Dimana pembatasan pergerakan
masyarakat menjadi faktor penting salah satu upaya pemutusan transmisi Covid-19.
Bersyukur, kondisi kini pun berangsur membaik setelah diterapkannya PPKM. Kasus
aktif, positivity rate, dan kasus harian menurun, serta terjadi peningkatan
kesembuhan yang mulai terlihat pada pekan ketiga pelaksanaan PPKM. Peningkatan
ini harus dibarengi dengan optimisme dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Masyarakat juga harus memberikan dukungan dari kebijakan yang dilakukan
pemerintah, seperti mematuhi protokol kesehatan, PPKM, dan mengikuti vaksinasi.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)
berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara
nasional, serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia, agar dapat bertahan
hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda usai. Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan kebijakan
pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai
penularan Covid-19. Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini,
kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Pemerintah sadar,
kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan
berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah.
“Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli,
Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham
yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial
secara simbolis, Kamis (29/07/2021) pagi. Melalui program bantuan sosial yang
dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total
bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah.
Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri
atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta
kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar Covid-19. Sedangkan dana sosial
diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM
Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa
Timur, dan Bali. Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per
orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan
susu. “Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada
masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan
bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,”
kata Yasonna di lapangan upacara Kemenkumham. Kegiatan ini, kata Yasonna,
selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan
langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa
pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro. “Bantuan sosial
tersebut tidak hanya menyentuh kepada masyarakat yang berada di wilayah
perkotaan, namun juga kepada saudara-saudara kita yang berada di wilayah
perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain,” ucap Yasonna. “Semoga
apa yang kita lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang
secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” kata Laoly. “Saya ucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh
Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan
kesadaran,” tutupnya. Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi
Revianto mengatakan selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek
untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan
secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. “Pemerintah
tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja
sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini,” kata Andap.
“Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan
dan kesadaran dari masyarakat,” lanjutnya. “Pesan kami kepada seluruh masyarakat
agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai
optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,” tutupnya.
Jakarta, 29 Juli 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar